Kubuka halaman demi halaman
Catatan kecil berlumuran darah
Kubaca semua yang kutulis
Tentang kisah pedih dimasa lalu
Status sosial yang berbeda
Membuat suasana sekolah bagai neraka
Kata kata nan indah
Kata kata halus dan pujian
Tak lagi kudengar
Kata kata kasar kotor
Dan cemoohan yang kudapat
Pernah aku mencoba menjadi burung
Yang terjatuh kelubang kematian
Tapi teriakan sang mentari
Membuatku takut kehilangan masa depan
Aku tahu setiap ada penderitaan
Akan ada masa depan dibalik itu
Tapi aku tak bisa bertahan
Aku tak mampu tuk tabah
Aku tak mampu tuk sabar
Aku tahu aku tak bisa terbang
Seperti burung diatas sana
Aku tak ingin seperti ini
Aku ingin mereka menggenggam tanganku
Aku ingin mereka memelukku
Aku ingin tertawa bersama mereka
Tapi tak ada yang mau mengerti
Ingin sekali aku mengadukan sakit ini
Tapi ku tak memiliki keberanian
Ingin sekali aku ceritakan keseluruh dunia
Tapi bibir ini tak dapat berucap
Ingin sekali kusampaikan pada mentari
Tapi dia terlalu jauh
Ingin kusampaikan pada leluhur
Tapi dia telah tiada
Kemanakah sakit ini kan tersampaikan
Sebaiknya aku menghilang
Tapi bukan berarti aku mati
Wahai orang orang
Lupakanlah daku dan cemoohan
Yang kau berikan padaku
Kututup catatan itu
Sambil menitikkan air mata
Wahai waktu
Aku mohon binasakanlah kenangan itu
Beserta catatan kecil berlumuran darah
1 komentar:
taik
Posting Komentar